Rabu, 02 Juni 2010

SEKALI LAGI TENTANG ROKOK

Seorang kawan menawari saya utuk merokok pada saat pertemua Rukun Tetangga, dengan santai dan sedikit canda saya tolak sembari berkata "udah pernah kok, dah tahu rasanya ", beliau melanjutkan "kok bisa berhenti?" lalu saya jawab "karena niat dan tak memberi kesempatan pribadi untuk merokok kembali". Ia melanjutkan bertanya "mulai kapan berhenti ?" saya jawab "8 tahun yang lalu tepatnya 7 April 2002". Kok bisa hafal gitu ? saya jawab "ya, sesuatu yang penting dalam kehidupan, kebetulan saya hafal tanggalnya dan setelah itu saya tidak pernah mau mencoba lagi walaupun sekali karena akan "mengotori" rekor tidak merokok saya.

Setelah itu terjadi sedikit tukar pendapat tentang rokok antara sang perokok dengan temen saya yang non perokok. Sang perokok saya sebut"ahli hisap", karena seringnya jadi tukang hisap rokok, dengan bangganya mengatakan "saya ini lho donatur tetap acara Liga.. (dengan menyebutkan satu acara olah raga di sebuh TV swasta )", kawan yang non perokok tadi menanggapi "kok bisa ?", ya jelas, tanpa saya acara tersebut gak bisa berjalan, gak bisa disiarkan. Ahli hisap melanjutkan dengan "dengan merokok adalah memberi pekerjaan kepada puluhan ribu petani, buruh pabrik rokok, coba kalau gak ada orang semacam saya berapa banyak karyawan pabrik rokok yang nganggur, penjual rokok asongan sepi dagangan dan lain-lain. Tidak mau kalah teman non perokok menimpali "tapi berapa banyak pula polusi engkau ciptakan, polusi udara bagi perokok pasif, polusi suara di pabrik rokok, polusi sampah lewat putung rokok, kemasan saat penjualan dll".

Beberapa hari yang lalu saat hari anti tembakau sedunia, saya secara tidak sengaja mendengar bahwa setiap 6 detik orang di planet yang tercinta ini meninggal disebabkan rokok. Debat kusir tersebut terjadi agak lama di sela-sela kegiatan tersebut

Setelah beberapa lama berlangsung, akhirnya obrolan berakhir dengan kata bijak yang agak konyol "kalau mau para petani tembakau tatap bekerja menanam tembakau, buruh pabrik rokok tidak di PHK, Acara Liga... tetap berlangsung, para asongan tetap jualan rokok akan tetapi tiada lagi polusi asap rokok mengepul, tidak ada dampak bagi global warming, tidak ada resiko terkena penyakit kanker impotensi dll, "TETAPLAH MEMBELI ROKOK TAPI JANGAN PERNAH MEMBAKARNYA" trus diapakan ? tanya ahli hisap. teman saya menjawab "dikumpulkan, kan tujuannya jadi donatur, menyelamatkan puluhan ribu petani tembakau, buruh pabrik, asongan, dll. Akhirnya sang ahli hisap terdiam membisu tak punya jawaban. Dia belum tahu kalau dari sepuluh orang terkaya di negeri ini, tujuh diantaranya adalah karena mereka mempunyai pabrik rokok atau punya aset di pabrik rokok. Dengan kata lain rokok tidak membuat kaya puluhan ribu petani tembakau, jutaan buruh pabrik, para pedagang asongan dll. Mereka tetap miskin, tapi Ahli hisap malah membuat semakin kaya orang yang sudah kaya.

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

1. Asap rokok mengandung kurang lebih 5000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.

2. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas

3. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Kenyataannya pengeluaran untuk rokok mengalahkan pengeluaran untuk pendidikan. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.

5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.

6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.

Kesimpulan :

Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan bodoh yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang smart/pandai.

Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang waras mereka ingin berhenti merokok. Seorang ayah yang perokok adalah lebih mementingkan rokoknya daripada keluargannya dalam hal kesehatan, kesejahteraan (ekonomi), waktu luang, dan kebersihan. Mengapa ? Karena ia tega meracuni orang-orang yang seharusnya ia sayangi, ia jaga, ia kasihi dengan asap rokok. Ia tega menghadirkan marabahaya bagi keluarganya sendiri. Ia sengaja membuat dunia semakin penuh dengan asap rokok. Bukankan dunia, alam ini titipan dari anak cucu ?

disadur dari berbagai sumber dengan sedikit perubahan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar